Selasa, 08 November 2011

andreas kristianto (21060111130115)

Speakel luncurkan ikurv

Speakal meluncurkan iKurv, sebuah speaker Modern seperti kapal luar angkasa yang  bisa berfungsi sebagai iPod / iPhone docking station.  Speaker portabel keren ini tersedia dalam warna pink, biru, putih, kuning dan hijau, selain itu dilengkapi fitur aksen pencahayaan glamor yang menyediakan cahaya angkasa yang cool yang juga dapat disesuaikan dengan 4 tingkat kecerahan menggunakan remote.


Speaker Speakal iKurv dilengkapi dengan built-in amplifier digital, dengan output keluaran 20 watt dan dilengkapi dengan Accelerator Akustik untuk kualitas suara premium. Dock ini dapat digunakan untuk semua model iPod dan iPhone dan memiliki konektor output video.
Speakal iKurv ini juga memiliki layar LCD dan dilengkapi dengan fungsi penuh kontrol jarak jauh dengan  harga di $ 89,99 (akan tersedia untuk $ 79,99 untuk waktu yang terbatas).

andro cahyo (21060111120018)

Teknologi Robot terbaru yang super canggih

28 Jul
Sungguh manusia kini mulai tiba pada kemampuannya yang sebenarnya. Mereka telah mulai menemukan keahlian yang luar biasa, dimana dulu tidak mungkin bisa terjadi. Salah satunya adalah kemampuan dalam mengembangkan teknologi robot. Kemampuan robot ciptaan mereka ini sangat luarbiasa, mulai dari yang bisa dijadikan teman dekat, pelayan hingga yang bisa berkelakuan layaknya manusia itu sendiri.
Berikut ini diberikan beberapa contoh kehebatan robot-robot itu, diantaranya:
1. Ecobot III Robot yang bisa Makan dan BAB
Anda pernah membayangkan robot yang bisa makan? bahkan maaf, buang air besar? Ternyata ada penelitian dan riset aneh tapi realistis juga untuk mengembangkan robot yang bukan dicolokkan ke listrik atau menggunakan sumber daya lain seperti bensin, methanol atau apa kek, tapi bisa mencerna dan mendapatkan energi dari makanan organik.
Peneliti-peneliti ini berasal dari Universitas Bristol yang menyajikan Robot bernama Ecobot III yang bisa memanfaatkan 48 sel mikroba untuk memproses sampah organik. Mikroba-mikroba ini akan mencernanya dan kemudian robot akan mengekstrak energi dari mikroba dengan memanen elektron dari mikroba tersebut. Dan energi yang diekstrak cukup memampukan robot untuk bergerak.
2. Robot Humanoid Remo, Robot Yang Bisa Jadi Teman Dekat Anda
Negeri sakura memang pengusung konsep-konsep robot humanoid tercanggih di Asia. Bahkan tidak hanya di benua Asia saja, Jepang kini mampum menjadi pusat sorotan negara-negara lainnya karena kalau sudah membicarakan tentang robot, maka lihatlah berbagai robot yang telah diproduksi atau sedang masa penelitian saat ini. Jadi sudah tak heran lagi kalau hampir setiap waktu kita mendengarkan berita robot dari Jepang.
Robot humanoid memang diciptakan fungsinya seperti robot yang dapat menjadi teman manusia dan membantu pekerjaan manusia. Kalau Anda tertarik memiliki salah satu robot humanoid yang bisa jadi teman, mungkin Anda boleh melirik ke robot humanoid Remo yang baru saja dirilis di Jepang.
Robot ini posturnya seperti manusia karena memiliki dua kaki dan dua tangan. Berikut ukurannya juga cukup proporsional. Robot ini sudah ditanamkan sensor tekanan di bagian kaki yang dapat membantu robot ini menjaga keseimbangan. Dua sensor di bagian matanya dengan dua warna CCD kamera untuk dapat memproses gambar. Serta robot ini sudah dilengkapi dengan Bluetooth sehingga dapat robot ini bisa berkomunikasi dengan komputer kita.
Jika Anda ingin memiliki teman robot Remo ini, maka setidaknya Anda harus mengeluarkan dana sebesar 4.400 USD atau sekitar 44 juta rupiah.
3. Fujisoft Perkenalkan Si Robot Pintar PALRO Yang Bisa Jadi Teman Bermain Anda
Memiliki teman setia memang bukan perkara mudah. Makanya banyak juga dari kita yang akhirnya memilih untuk memiliki hewan peliharaan seperti kucing atau anjing. Tapi nyatanya terkadang kesibukan kita di luar rumah membuat kita kurang telaten memelihara hewan kesayangan kita tersebut.
Nah, kalau Anda ingin punya teman setia di rumah tapi tak punya banyak waktu untuk merawatnya secara rutin, mungkin hewan peliharaan tersebut bisa Anda gantikan dengan robot humanoid PALRO berikut ini.
Nah, kalau Anda ingin punya teman setia di rumah tapi tak punya banyak waktu untuk merawatnya secara rutin, mungkin hewan peliharaan tersebut bisa Anda gantikan dengan robot humanoid PALRO berikut ini.
Negeri sakura Jepang memang paling terdepan kalau sudah menyangkut teknologi robot. Kali ini yang siap unjuk gigi adalah pihak Fujisoft yang mana sudah cukup lama bereksperimen dan akhirnya siap menampilkan robot humanoid PALRO untuk pertama kalinya di depan publik.
Robot PALRO ini tingginya hanya 39 cm saja. Untuk bisa menjalankan intruksi, robot ini sudah ditanamkan dengan seperangkat sistem komputer serta dibundel dengan processor Intel Atom berkecepatan 1.6GHz, memori 1 GB RAM, flash memori 4 GB, kamera 3 Megapixel serta dapat dihubungkan langsung dengan jaringan Wi-Fi 802.11 b/g/n. Selain itu robot ini juga ditenagai oleh baterai lithium ion.
Pada aksi panggung di depan publik untuk pertama kalinya, tanpa malu-malu robot ini memberikan salam serta memperkenalkan dirinya. Robot ini bersuara dengan dialek Jepang seperti layaknya seorang gadis muda Jepang. Dengan perlahan tapi pasti, robot PALRO berjalan di atas panggung dengan kedua tungkainya. Ketika robot ini melihat Anda, ia bahkan mampu mengambil foto Anda pada saat yang sama, lalu mengirimkannya dalam bentuk email. Bagaimana ia melakukannya? Tentu saja bisa karena robot ini terhubung dengan hotspot saat itu.
Jika Anda merasa jenuh, intruksikan saja robot ini untuk menghibur hati Anda dengan menari mengikuti irama musik. Tariannya juga cukup lincah. Atau mungkin Anda ingin robot ini beraksi bagaikan Sumo, maka robot PALRO akan dengan senang hati melakukannya untuk Anda. Jika dalam satu tempat terdapat lebih dari satu robot PALRO, maka robot-robot pintar ini mampu berkomunikasi secara nirkabel. Wah hebat sekali ya robot cerdas ini! Kabarnya pihak Fujisoft berencana untuk memasarkan robot pintar ini ke masyarakat luas pada bulan Maret 2010 mendatang. Nah jika Anda sangat berminat sekali ingin menjadikan PALRO sebagai teman setia Anda, kiranya Anda harus siap juga memboyong pulang robot ini dengan harga 3.300 USD atau sekitar 33 juta rupiah.
4. Robot Pelayan Yang Kita Harapkan
Anda yang berkeluarga dan memiliki pembantu pasti lah memiliki harapan untuk mendapatkan pembantu rumah tangga yang setia, tidak mudah cape dan menurut. Ada jawaban untuk kebutuhan satu ini yaitu sebuah ROBOT.
Ada robot baru yang cukup canggih sehingga bisa melakukan beberapa hal yang biasa dilakukan pembantu rumah tangga. Biasanya robot hanya berfungsu untuk 1 macam, tetapi kali ini robot satu ini lebih canggih karena bisa mencuci gelas, piring serta membersihkan lantai dengan vacuum cleaner.
Robot ini bisa belajar mencuci macam-macam perabot rumah tangga, baik panci, gelas, atau piring karena para periset Universitas Tokyo telah melengkapinya dengan simulasi video game serta human motion capture untuk robot ini. Robot ini juga telah dilengkapi sensor untuk mengenali lingkungannya sehingga dapat bergerak bebas serta tak ketinggalan sarung tangan anti air supaya robot ini tidak rusak kena air melulu ;D
Coba kita lihat aksi robot ini di gambar-gambar berikut:
5. Hajime Robot Pelayan Restoran Jepang di Thailand
Hehe, makin lama robot menginvasi kehidupan manusia. Sebuah restoran  Jepang di Thailand telah memanfaatkan robot untuk melayani para pengunjung.
Menurut info, Lapassarad Thanaphant pemiliknya mengeluarkan uang sekitar hampir 1 juta USD atau 9 miliar rupiah di restoran Hajime Bangkok dengan 4 robot dari Jepang. Pengunjung bisa memesan makanan lewat layar sentuh dan kemudian tak lama robot yang aneh berbentuk manusia dengan kostum samurai akan mengantarkan makanan disertai goyangan.
Yogyakarta, 28 Juli 2010
Mashudi Antoro (Oedi`)
Sumber:
* http://www.beritateknologi.com

Azhar Rosad Alfauji (21060111130056)


SETI Institute meluncurkan aplikasi komputer dan smartphone untuk berburu alien - dan kita bisa ikut berpartisipasi

Para ilmuwan yang menghabiskan puluhan tahun di depan teleskop belum juga menemukan alien. Jadi, mereka membutuhkan bantuan kalian. Jika kalian tergerak membantu, ini caranya.


Walaupun postingan kali ini tidak misterius, menghibur atau menakutkan, namun saya kira sebagian dari kalian akan suka dengan informasi ini.

Beberapa dari kita ada yang bercita-cita menjadi pemburu harta karun. Yang lainnya menjadi pemburu monster. Dan sebagian lagi pemburu alien.

Bagi yang bercita-cita menjadi pemburu alien, mungkin kalian merasa kekurangan sumber daya teknologi yang canggih. Tetapi jangan kuatir. Sekarang kalian bisa memulai perburuan hanya dengan sebuah komputer rumah atau sebuah smartphone. Tidak tanggung-tanggung, rekan kalian dalam berburu adalah SETI Institute (Search for Extra Terestrial Life Institute), sebuah organisasi yang mendedikasikan diri untuk mencari tanda-tanda kehidupan di luar angkasa. Mereka memiliki peralatan-peralatan canggihnya, kalian hanya perlu memasang mata dan telinga baik-baik.

Saat ini SETI telah meluncurkan sebuah aplikasi bernama SetiQuest Explorer dengan harapan para pengguna komputer atau smartphone (Atau pemburu alien) bisa ikut serta dalam usaha pencarian kehidupan di luar angkasa. Aplikasi ini bisa digunakan pada smartphone berbasis Android 2.2 dan akan bisa digunakan di iphone dalam beberapa bulan ke depan. Tersedia juga versi desktop yang bisa digunakan di komputer (kalian butuh Flash Player 10.2 untuk menjalankannya).

Menurut Jill Tarter, Direktur SETI Institute, aplikasi ini bertujuan untuk memanfaatkan kekuatan otak dunia di dunia. Komputer memang baik dalam mengenali pola-pola yang sudah ada, namun mereka tidak terlalu baik dalam mengidentifikasi pola yang belum dikenali. Karena itu, SETI membutuhkan manusia untuk melakukan tugas itu.

Jill Tarter
Dengan memanfaatkan para pengguna smartphone dan komputer, SETI berharap dapat memaksimalkan sumber daya manusia untuk membantu mereka menemukan tanda-tanda kehidupan di luar angkasa.

Ini cara kerjanya:

Aplikasi SetiQuest Explorer akan menerima sinyal radio yang ditangkap oleh Allen Telescope di California Utara. Teleskop-teleskop ini mampu menjangkau bintang-bintang di luar sistem tata surya kita, termasuk bintang-bintang yang memiliki planet yang diidentifikasi NASA sebagai planet yang berada dalam habitable zone (Zona yang bisa menampung kehidupan). Jadi kemampuannya tidak diragukan lagi.
Allen Telescope Array
Setelah menerima sinyal tersebut, aplikasi ini akan menampilkannya dalam bentuk garis, titik hitam putih atau tampilan lain ke para sukarelawan. Tugas kalian adalah mencari pola dalam sinyal tersebut.

Masalahnya adalah sinyal tersebut kadang hanya terdengar seperti suara acak yang tidak menentu. Lagipula, jika teleskop tersebut menangkap sinyal radio, belum tentu sinyal tersebut berasal dari luar angkasa.

Namun tidak perlu kuatir karena aplikasi ini akan memberikan bantuan. Ia akan memberikan perbandingan dengan sinyal lain yang berasal dari bumi, seperti sinyal CB Radio, satelit, pesawat atau sumber lainnya. Jika polanya sama, maka kalian bisa mengabaikannya.

Jika polanya berbeda, ada kemungkinan kalau kalian sedang menerima sebuah "pesan" komunikasi dari para alien. Sampai saat ini, pesan tersebut memang belum pernah ditemukan.

"Kita mencari anomali, pola yang belum dikenali." Kata Tarter. "Kami ingin orang-orang menolong kami untuk menemukan sesuatu yang tidak kami ketahui."

Jadi tantangannya adalah menemukan sebuah sinyal tertentu, sedangkan kita sendiri tidak tahu persis sinyal seperti apa yang kita cari.

SETI telah berusaha menemukan tanda-tanda kehidupan selama 40 tahun. Kali ini Tarter berharap usaha mereka dapat diperkuat dengan bantuan orang-orang dari seluruh dunia.

Jadi, bagi kalian yang ingin membantu usaha SETI, kalian bisa masuk ke situs http://explorer.setiquest.org. Lalu login dengan akun facebook atau gmail kalian. Jika kalian ingin berhati-hati, kalian bisa membuat sebuah akun email baru yang akan digunakan sebagai login.

Setelah itu, kalian akan mendapatkan pemberitahuan jika ada sinyal yang tertangkap teleskop. Saat itu juga potongan foto dari google sky yang menunjukkan lokasi target beserta keterangannya muncul di layar komputer atau smartphone kalian. Jika kalian mengklik "continue", maka sinyal radio yang ditangkap akan segera ditampilkan. Kalian bisa segera mencari pola dan melaporkannya.

Tugas ini akan dikirim ke banyak sukarelawan di dunia. Dan jika teridentifikasi adanya pola tertentu yang tidak dikenal, maka penemuan itu akan segera dievaluasi oleh SETI.

Jadi, siapa yang merasa ingin berburu sekarang?

Dengan berpartisipasi mungkin kalian bisa mendapatkan sedikit gambaran bagaimana cara SETI mencari tanda-tanda kehidupan di luar angkasa atau paling tidak anggaplah kalian sedang belajar menjadi astronom amatir. Siapa tahu......

(news.cnet.com) n xfile-enigma.blogspot.com/

Radhitya Pujosakti (21060111140144)

Agama ISLAM
Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan agama inilah Allah menutup agama-agama sebelumnya. Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba-hambaNya. Dengan agama Islam ini pula Allah menyempurnakan nikmat atas mereka. Allah hanya meridhoi Islam sebagai agama yang harus mereka peluk. Oleh sebab itu tidak ada suatu agama pun yang diterima selain Islam.
Allah ta’ala berfirman,
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيماً
“Muhammad itu bukanlah seorang ayah dari salah seorang lelaki diantara kalian, akan tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi.” (QS. Al Ahzab: 40)
Allah ta’ala juga berfirman,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً
“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku pun telah ridha Islam menjadi agama bagi kalian.” (QS. Al Maa’idah: 3)
Allah ta’ala juga berfirman,
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ
“Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)
Allah ta’ala berfirman,
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85)



Allah ta’ala mewajibkan kepada seluruh umat manusia untuk beragama demi Allah dengan memeluk agama ini. Allah berfirman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعاً الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِـي وَيُمِيتُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
“Katakanlah: Wahai umat manusia, sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah bagi kalian semua, Dialah Dzat yang memiliki kekuasaan langit dan bumi, tidak ada sesembahan yang haq selain Dia, Dia lah yang menghidupkan dan mematikan. Maka berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya seorang Nabi yang ummi (buta huruf) yang telah beriman kepada Allah serta kalimat-kalimat-Nya, dan ikutilah dia supaya kalian mendapatkan hidayah.” (QS. Al A’raaf: 158)
Di dalam Shahih Muslim terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan dari jalur Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda yang artinya, “Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangannya. Tidaklah ada seorang manusia dari umat ini yang mendengar kenabianku, baik yang beragama Yahudi maupun Nasrani lantas dia meninggal dalam keadaan tidak mau beriman dengan ajaran yang aku bawa melainkan dia pasti termasuk salah seorang penghuni neraka.”
Hakikat beriman kepada Nabi adalah dengan cara membenarkan apa yang beliau bawa dengan disertai sikap menerima dan patuh, bukan sekedar pembenaran saja. Oleh sebab itulah maka Abu Thalib tidak bisa dianggap sebagai orang yang beriman terhadap Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun dia membenarkan ajaran yang beliau bawa, bahkan dia berani bersaksi bahwasanya Islam adalah agama yang terbaik.
Agama Islam ini telah merangkum semua bentuk kemaslahatan yang diajarkan oleh agama-agama sebelumnya. Agama Islam yang beliau bawa ini lebih istimewa dibandingkan agama-agama terdahulu karena Islam adalah ajaran yang bisa diterapkan di setiap masa, di setiap tempat dan di masyarakat manapun. Allah ta’ala berfirman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِناً
“Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab dengan benar sebagai pembenar kitab-kitab yang terdahulu serta batu ujian atasnya.” (QS. Al Maa’idah: 48)
Maksud dari pernyataan Islam itu cocok diterapkan di setiap masa, tempat dan masyarakat adalah dengan berpegang teguh dengannya tidak akan pernah bertentangan dengan kebaikan umat tersebut di masa kapan pun dan di tempat manapun. Bahkan dengan Islamlah keadaan umat itu akan menjadi baik. Akan tetapi bukanlah yang dimaksud dengan pernyataan Islam itu cocok bagi setiap masa, tempat dan masyarakat adalah Islam tunduk kepada kemauan setiap masa, tempat dan masyarakat, sebagaimana yang diinginkan oleh sebagian orang.
Agama Islam adalah agama yang benar. Sebuah agama yang telah mendapatkan jaminan pertolongan dan kemenangan dari Allah ta’ala bagi siapa saja yang berpegang teguh dengannya dengan sebenar-benarnya. Allah ta’ala berfirman,
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
“Dia lah Zat yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa Petunjuk dan Agama yang benar untuk dimenangkan di atas seluruh agama-agama yang ada, meskipun orang-orang musyrik tidak menyukainya.” (QS. Ash Shaff: 9)
Allah ta’ala berfirman,
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Allah benar-benar telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman serta beramal salih diantara kalian untuk menjadikan mereka berkuasa di atas muka bumi sebagaimana orang-orang sebelum mereka telah dijadikan berkuasa di atasnya. Dan Allah pasti akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, sebuah agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka peluk. Dan Allah pasti akan menggantikan rasa takut yang sebelumnya menghinggapi mereka dengan rasa tenteram, mereka menyembah-Ku dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Dan barangsiapa yang ingkar sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An Nuur: 55)
Agama Islam adalah ajaran yang mencakup akidah/keyakinan dan syariat/hukum. Islam adalah ajaran yang sempurna, baik ditinjau dari sisi aqidah maupun syariat-syariat yang diajarkannya:
1. Islam memerintahkan untuk menauhidkan Allah ta’ala dan melarang kesyirikan.
2. Islam memerintahkan untuk berbuat jujur dan melarang dusta.
3. Islam memerintahkan untuk berbuat adil dan melarang aniaya.
4. Islam memerintahkan untuk menunaikan amanat dan melarang berkhianat.
5. Islam memerintahkan untuk menepati janji dan melarang pelanggaran janji.
6. Islam memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua dan melarang perbuatan durhaka kepada mereka.
7. Islam memerintahkan untuk menjalin silaturahim (hubungan kekerabatan yang terputus) dengan sanak famili dan Islam melarang perbuatan memutuskan silaturahim.
8. Islam memerintahkan untuk berhubungan baik dengan tetangga dan melarang bersikap buruk kepada mereka.


Secara umum dapat dikatakan bahwasanya Islam memerintahkan semua akhlak yang mulia dan melarang akhlak yang rendah dan hina. Islam memerintahkan segala macam amal salih dan melarang segala amal yang jelek. Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat adil, ihsan dan memberikan nafkah kepada sanak kerabat. Dan Allah melarang semua bentuk perbuatan keji dan mungkar, serta tindakan melanggar batas. Allah mengingatkan kalian agar kalian mau mengambil pelajaran.” (QS. An Nahl: 90)

Ifki Dimyati

Motor Listrik

Muhammad Agung Purwanto / 21060111140142 /

DASAR KONVERSI ENERGI

Dasar konversi energi listrik merupakan matakuliah yang mengenalkan konsep dasar tentang pengkonversian energi listrik serta dapat menghitung besarnya energi yang dibangkitkan. bidang konversi energi yang begitu luas dan aktual yang hampir meliputi seluruh disiplin ilmu, terutama Termodinamika, Mekanika Fluida, Perpindahan Panas serta konsep-konsep dasar perpindahan energi dan konversi energi, Ilmu pengetahuan, ini tentu saja harus dilengkapi dengan pengetahuan tentang sistem fisik yang melaksanakan konversi energi tersebut. Bagi mahasiswa yang mengambil matakuliah dasar konversi energi listrik, setelah lulus diharapkan dapat menguasai/menjelaskan prinsip-prinsip Konversi Energi listrik secara fundamental, seperti Turbin Uap, Gas, Air, Energi Surya , energi angina, serta masalah lingkungan hidup yang berkaitan dengan pembangkitan energi listrik, yang kesemuanya mengkonversikan bentuk dari energi asal menjadi listrik dan mekanik juga dapat berupa energi lainya yang bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat, Penelitian tentang desain dan konstruksi sistim Konversi Energi ini mengkaitkan konsep-konsep teori dengan sistem fisik. Disamping itu juga dipelajari Sistem Konversi Energi dari segi performance, kesukaran-kesukaran pengoperasiannya dan ekonomi operasional yang diantisipasikan.

I. Peluang Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia

A. Menipisnya cadangan minyak bumi
Setelah terjadinya krisis energi yang mencapai puncak pada dekade 1970, dunia menghadapi kenyataan bahwa persediaan minyak bumi, sebagai salah satu tulang punggung produksi energi terus berkurang
Bahkan beberapa ahli berpendapat, bahwa dengan pola konsumsi seperti sekarang, maka dalam waktu 50 tahun cadangan minyak bumi dunia akan habis. Keadaan ini bisa diamati dengan kecenderungan meningkatnya harga minyak di pasar dalam negeri, serta ketidak stabilan harga tersebut di pasar internasional, karena beberapa negara maju sebagai konsumen minyak terbesar mulai melepaskan diri dari ketergantungannya kepada minyak bumi sekaligus berusaha mengendalikan harga, agar tidak meningkat. Sebagai contoh; pada tahun 1970 negara Jerman mengkonsumsi minyak bumi sekitar 75% dari total konsumsi energinya, namun pada tahun 1990 konsumsi tersebut menurun hingga tinggal 50% (Pinske, 1993).
Jika dikaitkan dengan penggunaan minyak bumi sebagai bahan bakar sistem pembangkit listrik, maka kecenderungan tersebut berarti akan meningkatkan pula biaya operasional pembangkitan yang berpengaruh langsung terhadap biaya satuan produksi energi listriknya. Di lain pihak biaya satuan produksi energi listrik dari sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan sumber daya energi terbarukan menunjukkan tendensi menurun, sehingga banyak ilmuwan percaya, bahwa pada suatu saat biaya satuan produksi tersebut akan lebih rendah dari biaya satuan produksi dengan minyak bumi atau energi fosil lainnya.
B. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pelestarian lingkungan
Dalam sepuluh tahun terakhir ini, pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pelestarian lingkungan hidup menunjukkan gejala yang positif. Masyarakat makin peduli akan upaya penanggulangan segala bentuk potusi, mulai dari sekedar menjaga kebersihan lingkungan sampai dengan mengontrol limbah buangan dan sisa produksi. Banyak pembangunan proyek fisik yang memperhatikan faktor pelestarian lingkungan, sehingga perusakan ataupun pengotoran yang merugikan lingkungan sekitar dapat dihindari, minimal dikurangi. Setiap bentuk produksi energi dan pemakaian energi secara prinsip dapat menimbulkan bahaya bagi manusia, karena pencemaran udara, air dan tanah, akibat pembakaran energi fosil, seperti batubara, minyak dan gas di industri, pusat pembangkit maupun kendaraan bermotor. Limbah produksi energi listrik konvensional, dari sumber daya energi fosil, sebagian besar memberi kontribusi terhadap polusi udara, khususnya berpengaruh terhadap kondisi klima.
Pembakaran energi fosil akan membebaskan Karbondioksida (CO2) dan beberapa gas yang merugikan lainnya ke atmosfir. Pembebasan ini merubah komposisi kimia lapisan udara dan mengakibatkan terbentuknya efek rumah kaca (treibhouse effect), yang memberi kontribusi pada peningkatan suhu bumi. Guna mengurangi pengaruh negatif tersebut, sudah sepantasnya dikembangkan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan dalam produksi energi listrik. Sebagai ilustrasi, setiap kWh energi listrik yang diproduksi dari energi terbarukan dapat menghindarkan pembebasan 974 gr CO2, 962 mg SO2 dan 700 mg NOx ke udara, dari pada Jlka diproduksi dari energi fosil. Bisa dihitung, jika pada tahun 1990
yang lalu 85% dari produksi energi listrik di Indonesia (sekitar 43.200 GWh) dihasilkan oleh energi fosil, berarti terjadi pembebasan 42 juta ton CO2, 41,5 ribu ton SO2 serta 30 ribu ton NOx. Kita tahu bahwa CO2 merupakan salah satu penyebab terjadinya efek rumah kaca, SO2 mengganggu proses fotosintesis pada pohon, karena merusak zat hijau daunnya, serta menjadi penyebab terjadinya hujan asam bersama-sama dengan NOx. Sedangkan NOx sendiri secara umum dapat menumbuhkan sel-sel beracun dalam tubuh mahluk hidup, serta meningkatkan derajat keasaman tanah dan air jika bereaksi dengan SO2.

 

C. Kendala pengembangan Energi terbarukan di Indonesia

Pemanfaatan sumber daya energi terbarukan sebagai bahan baku produksi energi listrik mempunyai kelebihan antara lain;
1.    relatif mudah didapat,
2.    dapat diperoleh dengan gratis, berarti biaya operasional sangat rendah,
3.    tidak mengenal problem limbah,
4.    proses produksinya tidak menyebabkan kenaikan temperatur bumi, dan
5.    tidak terpengaruh kenaikkan harga bahan bakar (Jarass,1980).
Akan tetapi bukan berarti pengembangan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan ini terbebas dari segala kendala. Khususnya di Indonesia ada beberapa kendala yang menghambat pengembangan energi terbarukan bagi produksi energi listrik, seperti:
1.    harga jual energi fosil, misal; minyak bumi, solar dan batubara, di Indonesia masih sangat rendah. Sebagai perbandingan, harga solar/minyak disel di Indonesia Rp. 4.600,-/liter sementara di Amterdam mencapai Rp.17.565,-/liter, atau sekitar epat kali lebih tinggi.
2.    rekayasa dan teknologi pembuatan sebagian besar komponen utamanya belum dapat dilaksanakan di Indonesia, jadi masih harus mengimport dari luar negeri.
3.    biaya investasi pembangunan yang tinggi menimbulkan masalah finansial pada penyediaan modal awal.
4.    belum tersedianya data potensi sumber daya yang lengkap, karena masih terbatasnya studi dan penelitian yang dilkakukan.
5.    secara ekonomis belum dapat bersaing dengan pemakaian energi fosil.
6.    kontinuitas penyediaan energi listrik rendah, karena sumber daya energinya sangat bergantung pada kondisi alam yang perubahannya tidak tentu.
Potensi sumber daya energi terbarukan, seperti; matahari, angin dan air, ini secara prinsip memang dapat diperbarui, karena selalu tersedia di alam. Namun pada kenyataannya potensi yang dapat dimanfaatkan adalah terbatas. Tidak di setiap daerah dan setiap waktu; matahari bersinar cerah air jatuh dari ketinggan dan mengailr deras serta angin bertiup dengan kencang Di sebabkan oleh keterbatasan-keterbatasan tersebut, nilaii sumber daya energi sampal saat ini belum dapat begitu menggantikan kedudukan sumber daya energi fosil sebagai bahan baku produksi energi listrik. Oleh sebab itu energi terbarukan ini lebih tepat disebut sebagai energi aditif, yaitu sumber daya energi tambahan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energi listrik, serta menghambat atau mengurangi peranan sumber daya energi fosil.

D. Strategi Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia

Berdasar atas kendala-kendala yang dihadapi dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan peran energi terbarukan pada produksi energi listrik khususnya, maka beberapa strategi yang mungkin diterapkan, antara lain:
1.    meningkatkan kegiatan studi dan penelitian yang berkaitan dengan; pelaksanaan identifikasi setiap jenis potensi sumber daya energi terbarukan secara lengkap di setiap wilayah; upaya perumusan spesifikasi dasar dan standar rekayasa sistem konversi energinya yang sesuai dengan kondisi di Indonesia; pembuatan "prototype" yang sesuai dengan spesifikasi dasar dan standar rekayasanya; perbaikan kontinuitas penyediaan energi listrik; pengumpulan pendapat dan tanggapan masyarakat tentang pemanfaatan energi terbarukan tersebut.
2.    menekan biaya investasi dengan menjajagi kemungkinan produksi massal sistem pembangkitannya, dan mengupayakan agar sebagian komponennya dapat diproduksi di dalam negeri, sehingga tidak semua komponen harus diimport dari luar negeri. Penurunan biaya investasi ini akan berdampak langsung terhadap biaya produksi.
3.    memasyarakatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mengadakan analisis dan evaluasi lebih mendalam tentang kelayakan operasi sistem di lapangan dengan pembangunan beberapa proyek percontohan .
4.    meningkatkan promosi yang berkaitan dengan pemanfaatan energi dan upaya pelestarian lingkungan.
5.    memberi prioritas pembangunan pada daerah yang meliki potensi sangat tinggi, baik teknis maupun sosio-ekonomisnya.
6.    memberikan subsidi silang guna meringankan beban finansial pada tahap pembangunan. Subsidi yang diberikan, dikembalikan oleh konsumen berupa rekening yang harus dibayarkan pada setiap periode waktu tertentu. Dana yang terkumpul dari rekening tersebut digunakan untuk mensubsidi pembangunan sistem pembangkit energi listrik di wilayah lain.
Pembangunan sistem pembangkit energi listrik yang memanfaatkan sumber daya energi terbarukan, terutama air, sudah banyak dilaksanakan di Indonesia. Pemanfaatan energi angin banyak diterapkan di daerah pantai, seperti di Jepara, pulau Lombok, Sulawesi dan Bali. Sementara energi matahari telah dimanfaatkan di beberapa wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan wlayah timur Indonesia. Sebagian besar dari pembangunan tersebut berupa proyea-proyek percontohan.

II. Energi Terbarukan Sebagai Energi Aditif di Indonesia

Merupakan suatu kenyataan bahwa kebutuhan akan energi, khususnya energi listrik di Indonesia, makin berkembang menjadi bagian tak terpisahkan dari kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari seiring dengan pesatnya peningkatan pembangunan di bidang teknologi, industri dan informasi. Namun pelaksanaan penyediaan energi listrik yang dilakukan oleh PT.PLN (Persero), selaku lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mengelola masalah kelistrikan di Indonesia, sampai saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi listrik secara keseluruhan. Kondisi geografis negara Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan kepulauan, tersebar dan tidak meratanya pusat-pusat beban listrik, rendahnya tingkat permintaan listrik di beberapa wilayah, tingginya biaya marginal pembangunan sistem suplai energi listrik (Ramani,K.V,1992), serta terbatasnya kemampuan finansial, merupakan faktor-faktor penghambat penyediaan energi listrik dalam skala nasional.
Selain itu, makin berkurangnya ketersediaan sumber daya energi fosil, khususnya minyak bumi, yang sampai saat ini masih merupakan tulang punggung dan komponen utama penghasil energi listrik di Indonesia, serta makin meningkatnya kesadaran akan usaha untuk melestarikan lingkungan, menyebabkan kita harus berpikir untuk mencari altematif penyediaan energi listrik yang memiliki karakter;
1.    dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian energi fosil, khususnya minyak bumi
2.    dapat menyediakan energilistrik dalam skala lokal regional
3.    mampu memanfaatkan potensi sumber daya energi setempat, serta
4.    cinta lingkungan, dalam artian proses produksi dan pembuangan hasil produksinya tidak merusak lingkungan hidup disekitarnya.
Sistem penyediaan energi listrik yang dapat memenuhi kriteria di atas adalah sistem konversi energi yang memanfaatkan sumber daya energi terbarukan, seperti: matahari, angin, air, biomas dan lain sebagainya (Djojonegoro,1992). Tak bisa dipungkiri bahwa kecenderungan untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi sumber-sumber daya energi terbarukan dewasa ini telah meningkat dengan pesat, khususnya di negara-negara sudah berkembang, yang telah menguasai rekayasa dan teknologinya, serta mempunyai dukungan finansial yang kuat. Oleh sebab itu, merupakan hal yang menarik untuk disimak lebih lanjut, bagaimana peluang dan kendala pemanfaatan sumber-sumber daya energi terbarukan ini di negara-negara sedang berkembang, khususnya di Indonesia.

A. Ramalan Kebutuhan dan Ketersediaan Energi Listrik di Indonesia

Dengan memperhatikan pertumbuhan ekonomi dalam sepuluh tahun terakhir, skenario "export-import" dan pertumbuhan penduduk, pada tahun 1990 diramalkan bahwa tingkat pertumbuhan kebutuhan energi listrik nasional dapat mencapai 8,2% rata-rata per tahun, seperti ditunjukkan dalam tabel-1 berikut.
Tabel-1
Ramalan Kebutuhan Energi Listrik
Sektor
1990
2000
2010
GWh
%
GWh
%
GWh
%
Industri
35.305
68,0
84.822
69,0
183.389
70,0
Rumah tangga
9.865
19.00
22.2392
18.0
40.789
16.0
Fasilitas umum
3.634
7,0
6.731
6.0
12.703
5.5
Komersial
3.115
6.0
8.811
7,0
21.869
8.5
Total
51.919
100.0
122.603
100.0
258.747
100.0
Sumber: Djojonegoro, 1992
Kebutuhan energi listrik tersebut diharapkan dapat dipenuhi oleh pusat-pusat pembangkit listrik, baik yang dibangun oleh pemerintah maupun non-pemerintah. Sebagai ilustrasi, pada tahun 1990 kebutuhan energi listrik sebesar 51.919 GWh telah dipenuhi oleh seluruh pusat pembangkit listrik yang ada dengan kapasitas daya terpasang sekitar 22.000 MW. Sehingga pada tahun 2010 dari kebutuhan energi listrik, yang diramalkan mencapai 258.747 GWh per tahun, diharapkan dapat dipenuhi oleh sistem suplai energi listrik dengan kapasitas total sebesar 68.760 MW, yang komposisi sumber daya energinya seperti diperlihatkan dalam tabel-2
Tabel-2
Prakiraan Penyedian Energi Listri di Indonesia
Sumber Energi
1990
2000
2010
MW
%
MW
%
MW
%
Batubara
Gas
Minyak
Solar
Panas Bumi
Air
Biomass
Lain-lain
(Surya Angin)
1.930
3.530
2.210
11.020
170
2.850
270
20
8.8
16.0
10.0
50.1
0.8
13.0
1.2
0.1
10.750
7.080
1.950
9.410
500
7.720
290
160
28.4
18.7
5.2
24.8
1.3
20.4
0.8
0.4
28.050
14.760
320
4.060
430
10.310
460
370
35.3
21.5
0.5
5.9
0.6
15.0
0.7
0.5
Total
22.000
100.0
37.860
100.0
68.760
100.0
Sumber: Djojonegoro, 1992 & Wibawa, 1996.
Dari tabel-2 ini tampak jelas terlihat, bahwa penggunaan minyak bumi, termasuk solar/minyak disel, sebagai bahan bakar produksi energi listrik akan sangat berkurang, sebaliknya pemanfaatan sumber-sumber daya energi baru dan terbarukan, seperti air, matahari, angin dan biomas, mengalami peningkatan yang cukup tajam. Kecenderungan ini tentu akan terus bertahan seiring dengan makin berkurangnya cadangan minyak bumi serta batubara, yang pada saat ini masih merupakan primadona banan bakar bagi pembangkit listrik di Indonesia.
Akan tetapi sejak tahun 1992 kebutuhan energi listrik nasional meningkat mencapai 18% rata-rata per tahun, atau sekitar dua kali lebih tinggi dari skenario yang dibuat pada tahun 1990. Hal ini disebabkan oleh tingginya pertumbuhan ekonomi nasional kaitannya dengan pertumbuhan industri dan jasa konstruksi. Jika keadaan ini terus bertahan, berarti diperlukan pula pengadaan sistem pembangkit energi listrik tambahan guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut. Dilema yang timbul adalah bahwa di satu sisi, pusat-pusat pembangkit energi listrik yang besar tentu akan diorientasikan untuk mencukupi kebutuhan beban besar, seperti industri dan komersial. Di sisi lain perlu juga dipikirkan agar beban kecil, seperti perumahan dan wilayah terpencil, dapat dipenuhi kebutuhannya akan energi listrik. Salah satu alternatif yang dapat diupayakan adalah dengan membangun pusat-pusat pembangkit kecil sampai sedang yang memanfaatkan potensi sumber daya energi setempat, khususnya sumber daya energi baru dan terbarukan.

 

Daftar Pustaka

·         Archie W Culp, Jr, 1979, Principle of energy Convertion, Mc Graw Hill, Ltd.
·         Djojonegoro,W., 1992, Pengembangan dan penerapan energi baru dan terbarukan, Lokakarya "Bio Mature Unit" (BMU) untuk pengembangan masyarakat pedesaan, BPPT, Jakarta.
·         Fritzler,M., 1993, Stichwort-Umweltgiffe, Wilhelm Heyne Verlag, Moenchen, Germany.
·         Jarass, 1980, Strom aus Wind-Integration einer regenerativen EnergieQuelle, Springer-Verlag, Berlin. Pinske,J.D., 1993, Elektrische Energieerzeugung, 2.vollst. ueberarb. Aufl., BG.Teubner, Stuttgart
·         Ramani,K.V., 1992, Rural electnEcation and rural development, Rural electrification guide book for Asia & Pacific, Bangkok.
·         Soetendro,H.,Soedirman,S.,Sudja,N., 1992, Rural Electnfication in Indonesia, Rural Electrification Guide book for Asia & the Pacific, Bangkok.
·         Schleswag (Hrsg.), 1993, Additive Energien-intelligent genutzt, Flensburg, Germany.
·         Wibawa,U., 1996, Effahrung mit dem Betneb Kleinwindhybrid Eanlage in Ciparanti-Ciamis, ARTES-lnstitu, Flensburg
·         Zuhal,1995, Policy & Development Programs on Rural ElectriScation for next 10 years, Ditjen.Listrik & Pengembangan Energi, Departemen Pertambangan dan Energi, Jakarta.

 

III. Kompetitor Energi di Akhir Milenium Kedua

Pembangkit listrik sangat diperlukan untuk menggerakkan roda pembangunan di semua bidang. Pada saat sumber energi suatu pembangkit melimpah di saat itu pula biaya pembangkitan akan murah. Begitu juga sebaliknya, pada saat sumber energi mulai berkurang, maka di saat itu pula biaya pembangkitan akan menjadi mahal. Contoh yang nyata mengenai hal tersebut di atas adalah Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Minyak Bumi atau Pembangkit Listrik Konvensional.
Biaya pembangkitan listrik dipengaruhi oleh dua hal utama, yaitu biaya bahan bakar, dan biaya operasi dan pemeliharaan. Pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil menunjukkan bahwa biaya bahan bakar mencapai 80% biaya total pembangkitan listrik. Sedangkan pada pembangkit listrik tenaga nuklir, biaya bahan bakar mencapai 50% biaya total pembangkitan listrik. Sisanya adalah biaya operasi dan pemeliharaan, 20% untuk pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan 50% untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Dari hal tersebut di atas dapat terlihat tingkat ketergantungan pembangkit terhadap harga bahan bakar di pasaran.

 

A. Kompetisi Biaya Pembangkitan

Data yang diambil pada tahun 1981 sampai tahun 1994 di USA pada Gambar 1 menunjukkan bahwa biaya pembangkitan untuk nuklir paling rendah dibanding batubara, gas alam atau minyak bumi pada tahun 1981, kecuali terhadap tenaga air. Pada saat itu biaya pembangkitan oleh nuklir sebesar 0.02 dolar setiap kilowatt jam dan 0.03 dolar/kWh, 0.05 dolar/kWh, 0.09 dolar/kWh masing masing untuk batubara, gas alam dan minyak bumi.

Description: http://www.elektroindonesia.com/elektro/milenium.jpg

Setelah bertahun tahun sejak nuklir digunakan, sang kompetitor ini jatuh dan mensejajarkan diri dengan pembangkit batubara pada sekitar tahun 1986. Tahun tersebut untuk pertama kalinya biaya pembangkitan batubara di bawah nuklir. Sejak saat itu pembangkit batubara menyatakan diri sebagai pembangkit paling murah. Nuklir jatuh disebabkab karena biaya tambahan yang makin meningkat untuk peningkatan pembinaan sumber daya manusia dan biaya operasi yang berhubungan dengan kecelakaan pembangkit Three Mile Island pada tahun 1979. Tetapi perbedaan biaya pembangkitan dua kompetitor ini cukup kecil, yaitu 0.0192 dolar/kWh untuk batubara dan 0.02 dolar/kWh untuk nuklir pada tahun 1994. Dan biaya pembangkitan untuk nuklir dan batubara masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan gas alam dan minyak bumi, masing masing sebesar 0.029 dolar/kWh dan 0.032 dolar/kWh. Dengan menerapkan perencanaan dan teknik manajemen baru secara terpadu dan menyeluruh, biaya pembangkitan nuklir masih dapat dikurangi.

 

B. Biaya Bahan Bakar

Biaya bahan bakar untuk pembangkit berbeda antara satu dengan lainnya. Secara umum, biaya bahan bakar untuk pembangkit berbahan bakar fosil adalah 80% dari biaya pembangkitan. Sedangkan biaya bahan bakar untuk pembangkit nuklir adalah 50% dari biaya pembangkitan. Dari Gambar 1 menunjukkan pembangkit bahan bakar fosil memberikan kontribusi biaya pembangkitan yang makin murah pada sekitar tahun 1985. Hal ini disebabkan jatuhnya harga bahan bakar tersebut di pasar dunia hingga saat ini. Sampai kapan hal ini terus berlangsung masih meninggalkan tanda tanya. Dengan prosentase biaya bahan bakar sebesar 80% untuk pembangkit bahan bakar fosil dan ketergantungan dengan situasi pasar seperti tersebut di atas dapat menggambarkan ketidak stabilan pembangkit tersebut.

 

C. Gas "Greenhouse"

Pada tahun 1990 di Rio de Janeiro, USA dan negara negara lain menyatakan perang terhadap musuh musuh kasat mata yaitu gas gas "greenhouse". Menurut hasil studi yang berjudul "Impact of Nuclear Energy on U.S. Electric Utility Fuel Use and Atmospheric Emissions: 1973 1995" menyebutkan bahwa energi nuklir adalah faktor tunggal yang paling penting di dalam pengurangan emisi karbon sebesar 1.9 milyar metrik ton CO2"> untuk sektor kelistrikan di USA. Tanpa nuklir, bahan bakar fosil sudah digunakan untuk memproduksi listrik bagi pertumbuhan ekonomi USA dan kebutuhan yang meningkat karena pertambahan penduduk. Dengan peningkatan kebutuhan listrik rata rata 40% sejak tahun 1973 dan penggunaan bahan bakar fosil, 3.2 milyar ton batubara, 3.37 trilyun meter kubik gas alam dan 2.2 milyar barrel minyak bumi, dengan unjuk kerja nuklir pada tahun 1987 1989 sebagai dasar pertimbangan, maka emisi gas karbon atau CO2 dapat dikurangi sampai 37 juta ton per tahun dari tahun 1990 sampai tahun 1995. Emisi CO2 secara nasional telah menurun 25% karena penggunaan pembangkit nuklir dibandingkan jika bahan bakar fosil digunakan. Pembangkit nuklir telah membantu mencegah pengeluaran 146 juta metrik ton emisi karbon pada tahun 1995. Dari hasil ini diharapkan tercapai program nasional pengurangan emisi karbon sampai 108 juta metrik ton per tahun, sehingga akan diperoleh stabilitas emisi gas "greenhouse" sebesar level tahun 1990 pada tahun 2000.
Masih banyak dokumen dokumen hasil studi yang menyatakan keuntungan demi terciptanya lingkungan bersih dengan menggunakan energi nuklir. Studi tersebut menyatakan pembangkit nuklir telah membantu pengurangan emisi sebanyak 75 juta ton SO2 dan 32 juta ton NOx secara komulatif antara tahun 1973 sampai dengan tahun 1995. Pada tahun 1995, pembangkit nuklir mengurangi 5.1 juta ton SO2. Dan ini merupakan hampir setengah dari jumlah target yang disepakati oleh program yang disebut dengan "Clean Air Act Amendments of 1990". Energi nuklir juga mecegah pelepasan 2.5 juta ton NOx, dimana nilai ini melebihi dari target yang ditentukan sebesar 2 juta ton NOx oleh Clean Air Act Amendments of 1990 tersebut di atas.

 

D. Biaya Pembangkitan

Biaya pembangkitan nuklir menjadi primadona kembali setalah ada peningkatan efesiensi. Biaya pembangkitan nuklir turun dari 0.0207 dolar/kWh menjadi 0.0189 dolar/kWh pada tahun 1995. Penurunan ini konstan sebesar 8.7% untuk kurs dolar 1995. Beberapa pembangkit nuklir terbaru mencapai biaya pembangkitan sampai 0.012 dolar/kWh. Hal tersebut bisa dicapai karena beberapa pembangkit nuklir terbaru tersebut meningkatkan kapasitas faktor dari 75.1% menjadi 78.8%. Kapasitas faktor adalah unjuk kerja pembangkit nuklir yang dihitung berdasarkan jumlah listrik yang dihasilkan secara nyata dibagi jumlah maksimum listrik yang bisa dicapai oleh pembangkit tersebut.
Makin menurunnya biaya pembangkitan oleh nuklir sebagai salah satu faktor yang menyebabkan beberapa negara yang akan mengembangkan atau meningkatkan industri nasionalnya, meningkatkan penggunaan energi nuklir bagi negaranya masing masing. Ketergantungan akan energi nuklir dari beberapa negara dapat terlihat pada Gambar 2.
Description: http://www.elektroindonesia.com/elektro/mileniu1.jpg
Dimana Perancis memimpin dengan memenuhi kebutuhan energi listrik dalam negerinya sebanyak 75% dari kebutuhannya menggunakan energi nuklir. Menyusul negara negara lain seperti Belgia, Swedia, dst. Terlihat pula negara indutri baru seperti Korea Selatan menggunakan energi nuklir sebesar 36% dari kebutuhan listrik nasional.

 

E. Kesimpulan

Kebutuhan energi di dunia akan terus meningkat dan proyeksi peningkatannya sebesar 2% per tahun. Hal itu berarti bahwa negara-negara di dunia selalu membutuhkan dan harus memproduksi energi dalam jumlah yang besar sampai dua dekade mendatang. Minyak bumi sebagai sumber energi utama dunia diproyeksikan penggunaannya meningkat sebesar 2% per tahun sampai tahun 2015 mendatang, tetapi dengan perkiraan harga minyak tidak melampaui 25 dolar per barrel sebelum tahun 2015. Pertambahan penggunaan batubara juga terus meningkat sampai 50% pada tahun 2015. Kedua bahan bakar fosil tersebut masih menghadapi persaingan dan pengetatan aturan yang berhubungan dengan emisi karbon ke lingkungan. Penggunaan energi nuklir diproyeksikan mencapai 20% dari penggunaan total energi dunia sampai tahun 2015. Pertumbuhan penggunaan energi nuklir berkembang pesat di negara Perancis dan Jepang. Sementara itu, negara-negara di Asia sedang memulai untuk menggunakan nuklir sebagai pendukung program energi nasional.

Daftar Pustaka

  1. Nuclear Energy Institute, "Electricity Costs: Nuclear Closes Gap with Coal", Nuclear Energy Insight 96, Washington-D.C., September 1996.
  2. Nuclear Energy Institute, "Nuclear Energy: Superhero in the War Against Greenhouse Gases", Nuclear Energy Insight 96, Washington-D.C., July 1996.
  3. Nuclear Energy Institute, "Nuclear Production Costs: Bring on the Competition", Nuclear Energy Insight 96, Washington-D.C., May/June 1996.
  4. Department Of Energy-USA, "World Energy Consumption", p.5-20, International Energy Outlook 1996 - With Projection to 2015, Washington-D.C., May 1996.
  5. Department Of Energy-USA, "Coal", p.49-56, International Energy Outlook 1996 - With Projection to 2015, Washington-D.C., May 1996.
  6. Department Of Energy-USA, "Nuclear Power", p57-64, International Energy Outlook 1996 - With Projection to 2015, Washington-D.C., May 1996.





IV. Energi Listrik Tenaga Ombak

Potensi energi terbarukan untuk menjawab kebutuhan energi listrik
Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua setelah Norwegia. Sayangnya potensi energi pantai yang ada belum banyak dimanfaatkan. hal ini membuat Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tergerak mengembnagkan dan memanfaatkan potensi energi terbarukan, berupa angin, omba dan energi surya untuk menjawab kebutuhan energi listrik.

Model yang dikembnagkan di Parang Racuk Technopark untuk menjawab tantangan itu, kita membuka ilmuan dari berbagai bidang di Indonesia memanfaatkan kawasan sesuai minatnya, ini yang pertama di Indonesia, kata Kepala BPPT Said D Jenie kepada Jurnal Nasional di Yogyakarta, Jumat (22/6)

Di kawasan seluas 12 hektare yang ada disepanjang pantai itu kini telah hadir beberapa perangkat teknologi pembangkit listrik terbarukan yaitu Oscillating Water Column (OWC) dengan biaya pengembangan Rp2,5 miliar yang mengubah energi ombak menjaaadi energi listrik. Selain itu telah terpasang juga pembangkit tenaga bayu (angin) berupa kincir angin serta panel sel surya untuk mengolah energi listrik dari matahari.

Di tahap awal memang dikembangkan model fix based, ke floating base yang ada di perairan. secara bertahap akan terus dilanjutkan proyek pwemhembangan pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan, ujar
Said melanjutkan.





















A. Energi Persilangan

Melengkapi fasilitas penyimpanan energi listrik yang dibangkitkan dari tenaga ombak, angin dan surya disediakan pula sistem pengendali beban otomatis berbasis DC dengan kapasitas 3599 kW.

Sistem energi persilangan (hybrid) itu telah diujicobakan dan dapat bekerja dengan optimal, meski pasokan energi sangat teergantung dari kondisi alam yaitu ada atau tidaknya ombak ataupun angin yang mencukupi untuk sumber energi pembnagkit listrik.

Sistem pengendali beban diperlukan setelah ada konversi sebelum listrik dimanfaatkan oleh konsumen, kata Dr Erzi Agson Gani Meng, Kepala Divisi Mesin Perkakas, Teknik, Produksi dan Otomatisasi (MEPPO) BPPT.

Sejak tahun 2005 telah ada upaya pemanfaatan energi terbarukan seperti ombak, angin dan energi surya yang ditangkap panel surya untuk memnuhi kebutuhan energi listrik. Meski hasilnya masih terbatas, karena perlu pengembangan lebih lanjut teknologi yang disebutkan cocok untuk pasokan listrik di daerah terpencil atau sbagai bagian daari sumber daya rambu navigasi.

Di luar itu, dapat juga menjadi wisata teknologi energi dan riset dari akademisi dan lembaga litbang lainnya. Itu menjadi sumber energi bersih yang potensial di masa depan, kata Erzi.

Bagi masyarakat Gunung Kidul, hadirnya taman teknologi yang memanfaatkan tanah Sultan (Sultan Ground) tentu saja menjadikan keuntungan tersendiri. Jika selama ini hanya mengandalkan wisata pantai, ke depan pengembangan teknologi itu jelas akan memancing hadirnya rekayasa baru yang dapat memanfaatkan potnsi alam di kawasan pesisir pantai.

Guning Kidul itu sudah dikenal dengan kondisi alam yang kering, tepi memiliki sumber daya alan di pesisir pantai yang belum dikembangkan. Hadirnya teknologi untuk energi tebarukan membantu pengembangan di kawasan pantai, kata Bupati Gunungkidul Suharto, SH.

Setidaknya dengan hadirnya teknologi energi terbarukan dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik di kawasan yang selama ini sulit dijangkau aliran listrik PLN dengan alasan ekonomi dan efisiensi.

Kita punya potensi alam saja, itu pun dnegan kondisi yang cukup berat bagi upaya mengundang investor. Jika ada teknologi yang masuk jelas membantu kebutuhan energi wrga, kata Suharto.




B. Efek Tekanan Udara

Energi ombak adalah energi alternatif yang dibangkitkan melalui efek osilasi tekanan udara (pumping efect) didalam bangunan chamber (geometri kolom) akibat fluktuasi pergerakan gelombang yang masuk ke dalam chamber.

Berkaitan dengan hal tersebut pada 22 Juni 2007 bertempat di Parang Racuk Jogjakarta telah diresmikan Technopark Parang racuk melalui Uji Operasional PLTO (Pembangkit Listrik Tenaga Ombak) pada Konsi Air Pasang oleh Kepala BPPT Said D Jenie.

Acara yang dihadiri Sekretaris Utama, Deputi TIRBR, Deputi TPSA, Deputi TAB, Eselon II di lingkungan Setama dan Eselon I, II, III di lingkungan TIRBR, dan Bupati Gunung Kidul, Staf Ahli Kepala BPPT serta pimpinan dan peneliti dari BPDP Yogyakarta.

Tujuan kegiatan ini untuk memberikan paket model sumber energi alternatif yang ketersediaan sumbernya cukup melimpah di wilayah perairan pantai Indonesia.

paket model tersebut akan menunjukan tingkat efisiensi energi yang dihasilkan dan parameter-parameter minimal hirosenografi yang layak, baik itu secara teknis maupun ekonomis untuk melakukan konversi energi.

Hasil survey hidrosenografi di wilayah perairan Parang Racuk menunjukan, sistem akan dapat membangkitkan daya listrik optimal jika ditempatkan sebelum gelombang pecah atau pada kedalaman 4 m-11 m.

Pada kondisi ini akan dapat dicapai putaran turbin antara 3000-700 rpm. Posisi prototipe II OWC (Oscillating Wave Column) masih belum mencapai minimal yang diisyaraatkan, karena kesulitan pelaksanaan operasional alat mekanis. Posisi ideal akan dicapai melalui pembangunan prototipe III yang berupa sistem OWC apung.

Khusus untuk pengembnagan energi angin, BPPT melakukan kajian tehadap tipe-tipe konversi energi angin yang efisien dan tepat diterapkan di Indonesia sesuai kegunaannya: mekanikal ataupun kelistrikan.

Kegiatan ini dimulai pada tahun 2005 dan menghasilkan Sistem Pengandali Berbasis DC dengan kapasitas 3500 KW.

Sistem tersebut telah dipasang di Baron Energy park-BPPT dan Parang Racuk yang siap diuji coba (OT&E) bersama UPT LAGG yang mengemangkan wind turbine serta BPDP yang mengembangkan sistem OWC. (Jurnal Nasional / Humas Ristek)